Tugas 5 VB, 18 Februari 2012

20 Feb
  1. Jawaban selengkapnya >> no 1
  2. Berikut ini adalah jawaban no 2

baca selengkapnya >> no 2

Iklan

Tugas VB 5

19 Feb

detail desain dan listing >>  vb 5

CERITA CINTA

4 Feb

Arti Cinta yang sesungguhnya

Yang kurasa dalam hatiku
bukan harta apalagi tahta
yang kupunya hanyalah cinta
di dalam hatiku…

Cinta jika memang indah mengapa kau pergi
Cinta itu tak bisa membedakan antara kaya dan miskin
Cinta itu tak mengenal tua maupun muda
Karena cinta datang tak menentu
Arti cinta yang semakin luas

Awal cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Cinta memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. Cinta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri.
Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.
Cinta adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya,
bahkan sang pemilik perasaan sekalipun.
Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini.
Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup.
Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita.
Itulah arti cinta dalam kumpulan kata kata cinta 2012 yang dihimpun dan disusun Chen’s Blogsemoga bisa mengisi pemaknaan cinta yang sederhana dan indah.

Keperawanan yang Rawan

24 Jan

Tadi pagi aku nonton Cerita Pagi di salah satu stasiun TV swasta. Temanya adalah mengenai keperawanan yang dkomersialkan. Miris melihatnya, dan ini adalah kenyataan yang terjadi. Bahkan Anda mungkin mengetahuinya dengan pasti, bahwa keperawanan di jaman ini amatlah rawan. Dan alasannya tentu berbeda-beda. Tapi yang pasti, kurang iman, itulah salah satu jawabannya. Saat kelas 2 (dua) SMA dulu kami mencoba mendata 5 siswi baru tercantik di sekolah kami. Dengan target, tiap orang dari kami harus mendapatkan salah satu dari mereka tuk dijadikan pacar. Dan disitu terungkaplah satu dari lima gadis yang masuk ominasi sudah tidak perawan lagi. Pergaulan bebaslah yang membuatnya melepas keperawan untuk sang kekasih pujaan, “atas nama cinta”. Saat ku kuliah semester tiga, ada beberapa mahasiswi baru yang mencoba memikat hatiku (maklum saat itu aku panitia OSPEK). Dua diantara mereka saling mengenal. Dan yang mengejutkan, di tempat terpisah mereka saling membuka aib satu sama lain. Si A mengatakan bahwa si B sudah tidak perawan lagi dan si B pun mengatakan hal yang sama tentang si A. Dan penyebabnya terungkap, diserahkan “atas nama cinta” pada pacarnya. Dalam perjalanan petualangan, aku menemukan beberapa gadis yang dengan mudah bersedia memasrahkan kegadisannya padaku. Untung saja aku bukan termasuk lelaki yang tak menghargai ibu dan saudarinya sendiri. Ketika hampir saja itu terjadi, ku kembali teringat bahwa perbuatan itu amatlah dosa. Tapi, seberapa kuatkah iman kita tuk tak melakukannya? Dengan memahami betul keadaan di sekitar, maka alangkah wajar jika aku begitu ketat terhadap satu-satunya adik perempuanku. Dia tidak boleh kuliah jika tidak di kampus yang diasramakan. Aku mungkin terlalu otoriter, tapi toh dengan itu alhamdulillah adikku selamat dari jeratan “cinta semu”. Dia kuliah di Kebidanan dan sekarang sudah menjadi Bidan Desa. Sudah menikah pula. Beberapa kasus yang sama berlatar belakang berbeda. Keperawanan di jual demi beberapa lembar rupiah. Ada yang menjualnya Rp. 15.000.000 dan ini masih sangatlah murah jika dibandingkan dengan kegelisahan bathin yang pasti kan dirasakannya. Dia pasti kan merasa kecewa dan sedih. Setiap kali dia melupakannya, maka kegelisahan itu hanya pergi sesaat. Rasa takut akan kesulitan mencari lelaki yang tulus mau menikahinya selalu menghantui keseharian. Alhasil, operasi selaput dara pun dilakukannya. Dan biaya operasi tersebut lumayan besar. Dan jika mereka putus asa, maka mereka kan makin terjatuh pada lumpur dosa, kubangan yang menjijikan. Dan jangn biarkan ini terjadi. Sebagai lelaki, mencoba bijaklah! Pernah ada gadis yang bertanya padaku, jika kelak istriku ternyata tidak perawan, apa yang kan kulakukan. Jujur, ini pertanyaan yang sungguh berat tuk dijawab. Aku katakan pada gadis tersebut kurang lebih seperti ini. “Aku kan memintanya untuk jujur saat sebelum pernikahan itu terjadi. Karena kejujuran amatlah penting. Bisa saja selaput daranya robek karena sesuatu yang bukan disebabkan oleh prilaku tak senonoh.” “Jika ternyata karena pergaulan bebas atau zina?” Tanya gadis itu lagi. “Aku kan lihat seberapa besar dia menyesali perbuatannya dan bersungguh-sungguh telah bertobat. Aku juga kan melihat seperti apa dia sekarang. Alangkah tidak bijak jika kita hanya menjadikan masa lalu sebagai patokan.” “Jadi, kaka kan menikahinya?” Gadis itu bertanaya kembali. “Adik, berat memang tuk memastikan kaka kan menikahinya atau tidak. Tapi jika hati kaka dah cenderung kepadanya dan jika memang kami berjodoh. Kenapa tidak.” Untuk para perempuan, tolong jangan pernah terjebak pada halusinasi cinta yang semu. Jangan dengan mudah merebahkan dirimua “atas nama cinta” pada lelaki tanpa ikatan pernikahan. Jangan kau buat awal kegelisahan karena kau belum tentu mampu mengakhirinya. Please! Untuk para lelaki, tolong jangan kau rusak masa depan para perempuan. Biarkan mereka menjadi Kartini-Kartini masa kini yang mampu menggapai kegemilangan masa depannya. Pikirkanlah Ibu dan saudari kita. Relakah jika mereka “rusak”? Yuk mari kita jaga agar bunga tak layu sebelum berkembang. Untuk diriku, moga aku mampu meredam gejolak kelaki-lakianku. Hingga waktunya tiba, dan terangkailah kisah indah malam pertama yang mempesona.

SEBAB CINTA MEMANG HARUS DIUPAYAKAN

24 Jan

 

Penulis : izti

Sumber : http://izti79.blogs.friendster.com/iztiqoma/

Suatu kali seorang teman bertanya kepada saya:

“Lady, ada 2 pilihan untukmu.

1. Menikah dengan orang yang kau cintai

2. mencintai orang yang kau nikahi

Mana yang kau pilih?”

Saat itu spontan saya memilih yang kedua: mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).

“Kenapa?”

Hhm… iya ya, kenapa?

Read the rest of this entry »

 
24 Jan
24 Jan